Tuesday, April 14, 2020

Udara Panas Tidak Dapat Buat Virus COVID-19 di Aliran Pernafasan Mati

0 comments
Sejauh ini banyak yang yakin jika cuaca panas bisa membunuh virus corona. Tetapi, pada faktnanya, ini tidak akan berlangsung.

Cuaca panas tidak bisa membuat virus Corona COVID-19 mati di aliran pernafasan. Virus itu akan 'mati' ketika menyembur keluar bertepatan dengan percikan ( droplet ) yang terkena cuaca panas.

Sebetulnya, periset dari Institut Pertanian Bogor Berry Juliandi memperjelas, cuaca panas memang membuat virus Corona mati.



"Mati di sini dalam sinyal kutip lho ya. Sebetulnya, virus tidak dapat mati ( mati dalam makna sebenarnya ) sebab dengan cara pengertian, ia bukan makhluk hidup ( seutuhnya ), " jelas Berry dalam penjelasannya.

Saat virus Corona terkena cuaca panas, dia akan terdegradasi. Berarti, cuaca panas mengakibatkan protein serta lemak yang ada di virus rusak.

Beberapa ilmuwan dunia menyebutkan, virus adalah 'organisme di ujung kehidupan.' Bukan makhluk hidup, bukan benda mati. Agar bisa hidup, virus harus melekat pada inang.

Berry meneruskan, virus Corona tidak terdegradasi saat ada di pada tubuh manusia.

"Tetapi hal tersebut bukan berlangsung pada virus Corona yang di pada tubuh ya ( aliran pernafasan ). Virus terdegradasi waktu ia ada di lingkungan terbuka dengan paparan cahaya matahari, " Berry meneruskan.

Juga demikian pada virus yang melekat di mobil yang terjemur terkena matahari. Anda tak perlu lagi disinfeksi untuk singkirkan virus.

"Tentunya, cuaca panas benar-benar memberikan keuntungan sebab kita tak perlu disinfeksi lagi. Nah, sama juga sama orang yang bersin, virus yang ada di droplet contohnya melekat di kursi di taman, " lebih Berry, yang Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia ( ALMI ).

"Selanjutnya bangkunya terkena cuaca panas atau matahari. Karena itu virus terdegradasi. Satu kali lagi saya tekankan, bila virusnya telah berada di pada tubuh manusia ya tidak dapat terdegradasi, " pungkasnya.

No comments:

Post a Comment